Nagasari




Bismillah


Buat serba pisang. Beli pisang sekilo dibuat tiga macam makanan. Biar nyoba semua, hehehe. Tetap banyak hasilnya.
Buat nagasari, thimpan pisang dan carang gesing. Semuanya mudah-mudah. Yang payah membungkusnya. Kalau nagasari sih tinggal bungkus seperti amplop aja. Yang susah bungkus carang gesing. Maklum anak kota, baru belakangan ini aja megang daun pisang. Kaku sekali. Hehee.


Nagasari adalah kue kukus tradisional yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula, diisi dengan irisan pisang. Biasanya dibungkus daun pisang sebelum dikukus, dan disematkan daun pandan yang memberikan aroma. Nagasari kadang muncul dalam berbagai warna, originalnya warna putih ya teman-teman. Nagasari yang berwarna coklat kemerahan mengandung gula aren, ada juga yang hijau dari pandan dan biru dari bunga telang. Kue Nagasari umumnya dijual di pasar tradisional Indonesia sebagai salah satu kue jajanan pasar (kudapan pasar), dijual bersama dengan kue lainnya populer tradisional seperti klepon, onde-onde, bika ambon, lapis legit dan pastel. (sumber: wikipedia)

Jadi kue nagasari ini udah nggak asing lagi ya teman-teman. Hampir semua orang tahu. Dan rasanya enak dan nggak ngebosenin. Saya suka nagasari yang pisangnya banyak dan manis. Alhamdulillah sukses juga dan enak. Buatnya juga simpel banged. Hasilnya mulus. Resepnya menggunakan resep mbak nina. Sebenarnya supaya penampilannya lebih cantik, daun pisang yang untuk membungkusnya setelah nagasari matang, diganti yang baru. Jadi masih hijau cantik. Karena keterbatasan daun pisang, jadi saya nggak melakukannya. Nanti insyaAllah kalau nyoba bikin variasi nagasari yang lain di indonesia, mau dibikin lebih cakep. ^_^


Resep Nagasari
Sumber: Catatan Nina

Bahan: 

1. 250 gram tepung beras 
2. 100 gram gula pasir 
3. 1 sdt garam 
4. 800 ml santan 
5. 1 helai daun pandan, simpulkan 
6. Pisang, potong- potong 
7. Daun pisang untuk membungkus, secukupnya 

Cara Membuat: 

1. Campur tepung beras dan sedikit santan, aduk  hingga rata. 
2. Campurkan sisa santan, garam, gula pasir dan daun pandan kemudian tuang campuran tepung beras. 
3. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga adonan rata dan mengental menyerupai bubur. Matikan api. 
4. Ambil selembar daun pisang, letakkan 1 sdm atau secukupnya adonan, beri pisang di bagian tengah dan tutup kembali dengan adonan. 
5. Gulung daun pisang yang berisi adonan dan lipat kedua sisinya ke arah tengah. 
6. Lakukan hingga habis 
7. Kukus selama kurang lebih 30-35 menit hingga matang 

Selamat Mencoba ^_^

Notes: 

- Untuk hasil yang lebih kenyal bisa ditambahkan 25 gr tepung kanji dalam adonan. Nagasari yang hanya memakai tepung beras teksturnya akan lebih lembut. Silahkan disesuaikan dengan selera ya. 
- Apabila menyukai manis, bisa ditambahkan takaran gula pasir,






With Love







post signature

6 comments:

turiscantik.com said...

kalau kondangan pasti ngincer kue yang satu ini ;)

Aprillia Ekasari said...

huwaaaaaa ini makanan favoritku
kalau di Surabaya bisa beli di toko/ warung makan tradisional
kalau di Jakarta hiks jarang yang jual :(
kangeennn

Winda Carmelita said...

Ini makanan favorit banget, kalo kecil dibekalin ini pasti abis hihihihi

selma alan said...

Hehee suka ya mbak...saya juga...tos dulu deh

selma alan said...

Udah langka ya ternyata...yuk bikin kalau gitu mbak..kalau di madinah, nagasari lebih langka dari emas :D

selma alan said...

Wah...iya mbak? Saya baru-baru ini aja suka..sejak di madinah...dulu di indo kan banyak pilihan jajanan lain yang lebih menarik bagi anak2 :D
Coba bikin mbak...mudah :)