Nastar Premium



Bismillah

Esok harinya saya membuat nastar pesanan umi juga. Dan nastar inilah yang membuat saya jatuh drop karena kecapean. Terlalu diforsir dan kurang pandai manajemen badan ya. Ujung-ujungnya demam berdarah hingga dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Huff. Padahal udah ada planning mau buat putri salju dan kastengel. Batal deh.

Nastar saya ini, saya buat full mentega dengan sedikit margarin saja. Makanya bisa saya sebut nastar premium dan sengaja umi meminta memakai mentega yang kualitas tinggi. Memang beda ya lebih wangi dan lembut. Untuk selainya saya mengikuti tips mba ricke sehingga warnanya cantik, kuning keemasan. Alhamdulillah walau cuma pakai nanas yang beli di warung aja, tapi nanasnya manis dan enak.

Membuat nastar ini bareng adikku yang perempuan dan laki-laki. Belajar membentuknya supaya bulet cantik dan mulus. Ternyata caranya kurangi sentuhan tangan. Saya alasi plastik jadi mudah membentuk bulatan nastarnya. Awalnya gede-gede. Lama kelamaan cantik.

Sayang ada sedikit masalah di ovennya. Sampai harus saya koreksi beberapa kali. Mungkin belum kenal sama oven yang ini. Berikut resepnya.


Resep Nastar Premium
Sumber: Catatan Nina

Bahan : 

1. 250 gram butter 
2. 250 gram margarin 
3. 100 gram gula halus 
4. 4 butir kuning telur 
5. 700 gram tepung terigu serbaguna (bisa pakai protein rendah) 
6. 4 sdm susu bubuk full cream (pakai 1 sachet @27 gram) 

Bahan Isian : 

1. 4 buah nanas ukuran sedang (pilih yang manis) 
2. 250-300 gram gula pasir (tergantung kadar manis nanas) 
3. 1/4 sdt garam 
4. 2 batang kayu manis bubuk (optional, aku jarang pakai) 
5. 5 butir cengkeh (optional, aku jarang pakai)

Bahan Olesan : 

1. 4 kuning telur 

Cara Membuat : 

1. Kupas dan cuci bersih nanas, kemudian parut. Bisa juga menggunakan blender ya, tapi jangan sampai terlalu halus, agar masih keliatan serat-serat nanasnya. 
2. Masak nanas hingga airnya habis dan mengering. 
3. Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk terus hingga terasa lengket dan airnya habis. Matikan api. - Dinginkan selai atau sebelum dipakai bisa disimpan dulu di lemari es agar menjadi lebih kering dan mudah dipulung. 
4. Selai nanas homemade siap digunakan.
5. Kocok butter, margarin, gula halus dan telur dengan mixer kecepatan rendah, sebentar saja asal tercampur rata. 
6. Masukkan campuran terigu dan susu bubuk yang sudah diayak sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. 
7. Ambil adonan, pipihkan, beri isian dan bulatkan. Atau bisa dibentuk sesuai selera. Tata di atas loyang. 
8. Oven dengan suhu 150'C hingga setengah matang kemudian keluarkan dari oven. 
9. Biarkan uap panasnya hilang, baru dioles dengan kuning telur. 
10. Oven kembali hingga matang dan berwarna keemasan. 
11. Angkat dan dinginkan di atas cooling rack baru dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. 

Selamat Mencoba ^_^

Tips: 
Sumber: Ricke Indriani

Selai Nanas:

1. Gunakan nanas palembang yang seratnya lebih banyak dan atau nanas yang jenisnya tidak terlalu banyak mengandung air, jika menggunakan nanas subang maka kandungan airnya banyak sehingga lama untuk kering.
2. Nanas yang telah diparut atau dihaluskan kemudian dimasak dengan sedikit garam sambil diaduk-aduk sampai airnya kering (lumayan lama dan bikin pegel emang). Setelah airnya mengering, baru masukkan gula pasir. Aduk terus hingga kering dan lengket khas selai. Dengan cara ini akan dihasilkan selai dengan warna yang kuning kemerahan cantik. Jika gula pasir sudah dimasukkan dari awal maka warna selai akan coklat gelap dikarenakan gula mengalami karamelisasi selama proses pemasakan.
3. Rata-rata resep selai nastar menambahkan kayu manis, tapi saya pribadi ga pernah pakai kayu manis tapi hanya menambahkan daun pandan yang dimasukkan saat nanas dimasak (upss, bongkar rahasia, hehehee...). Aku sendiri ga terlalu suka selai beraroma kayu manis :)
4. Jika bisa buatlah selai 1 hari sebelumnya dan simpan dalam kulkas, ini membantu selai menjadi padat dan berkurang kadar airnya. Jadi selai lebih kering.

Nastar:

1. Kocok butter/margarin, gula halus dan telur dengan mixer sebentar saja, cukup sampai tercampur dan butter/margarin lunak. Tidak usah mengocok sampai putih dan mengembang. Nanti nastarnya jadi mudah meleber saat dipanggang.
2. Masukkan tepung terigu dan bahan lain sekaligus, lalu aduk rata dengan menggunakan sendok kayu. Usahakan tidak usah mengaduk menggunakan telapak tangan, karena panas tubuh dari telapak tangan akan membuat butter/margarin dalam adonan mencair, dan ini akan menyebabkan nastar menjadi keras.
3. Saat membentuk nastar, jangan letakkan wadah/baskom adonan di dekat kompor, oven atau samping kulkas, sekali lagi panas dari kompor/oven/kulkas akan membuat butter/margarin dalam adonan akan mencair.
4. Bila membuat adonan dalam jumlah banyak, sebaiknya buat 1/2 atau 1 resep dahulu, agar adonan tidak mengeras/mengering saat menunggu antrian dibentuk atau masuk oven. Bisa juga dibuat adonan butter/margarinnya dulu, lalu ambil setengahnya dan campur dengan terigu sejumlah setengahnya juga. Sisihkan 1/2 sisa adonan butter/margarin tutup dengan plastik dan jauhkan dari tempat yang panas/hangat.
5. Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan selai nastar. Jangan terlalu banyak mengisi selai, secukupnya saja. Isi selai yang terlalu banyak juga salah satu faktor yang membuat nastar jadi mudah retak.
6. Bulatkan kembali, lapisi tangan dengan sarung tangan plastik, selain lebih higienis, juga bisa membuat permukaan adonan yg dibulatkan lebih mulus, heheheee... Bulatkan dengan lembut, jangan terlalu ditekan di telapak tangan. Nanti selainya bisa tembus keluar.
7. Tata dalam loyang tipis dan loyang tidak perlu dioles margarin. Tenang saja, tidak akan menempel kok. Pengalamanku klo dioles margarin nanti nastarnya jadi agak lebih meleber. Beri jarak satu sama lain agar panas yg didapat setiap kue merata. Panggang dalam oven bersuhu 140-150'C. Jangan terlalu panas, selain cepat gosong juga nanti bisa bikin retak (banyak ya penyebab retak, hihihiii...). Panggang tanpa dioles kuning telur.
8. Panggang selama 20-30 menit. Kemudian keluarkan dari oven, baru poles dengan kuning telur. Panggang kembali sampai polesan kuning kemerahan. Cara ini akan membuat polesan tidak overbake, jadi warnanya bisa kuning kemerahan. Klo dipoles dari awal biasanya polesan akan berwarna coklat dan agak gelap, karena pemanggangannya terlalu lama.
9. Banyak versi untuk bahan polesan. Ada yang kuning telur dicampur susu cair, dicampur susu kental manis, dicampur air, dicampur madu, dicampur pewarna kuning, atau dicampur bahan pengkilap kue (cookie glaze). Tapi untuk saya pribadi hanya menggunakan kuning telur saja atau dicampur sedikit susu cair untuk mengencerkan agar tidak terlalu kental. Untuk menghasilkan polesan yang mulus, pilih kuas dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan berambut halus, saya menggunakan kuas nylon. Agar polesan bagus bisa dilakukan pemolesan 2x, poles dulu smua yang ada di loyang, lalu poles sekali lagi. Memang menghabiskan kuning telur lebih banyak, tapi worthed lah sama hasilnya. Tapi jika mau lebih hemat cukup sekali poles saja.
10. Gunakan bahan-bahan berkualitas, seperti butter, margarin, terigu, dll agar kue yang dihasilkan juga enak.


2 comments:

Inas Basymeleh said...

Ya Allah mba Selma sampai sakit.. MasyaAllah semangatnya. Ana aja agak males mau buat kue kering karena ngebentuknya takut kebesaran atau kekecilan.. 😅 Nggak rapi ana.. Suka yang cepet jadi 😄 Barakallahu fik mba Selma

selma alan said...

Hehe iya...ini kk juga nggak sama bentuknya...lama2 mulai rapi juga. Wa barokallahu fik inas